Minggu, 13 Januari 2013

Sampah Untuk Tanaman


Ini gambar nggak dijelasin pasti dah pada tahu kan??
Saat ini di SMP N 1 Kalasan terdapat berbagai macam pohon dan banyak tumbuhan lainnya. Dengan banyaknya berbagai macam pohon dan tumbuhan, maka dari itu SMP N 1 Kalasan memiliki beberapa komposter untuk memanfaatkan reruntuhan daun, sisa kulit buah  dan ranting agar tidak terbuang sia-sia atau dibakar.
Karena apabila dibakar justru akan menyebabkan polusi udara. Dengan adanya komposter, seluruh daun ranting ataupun sampah organik lainnya dapat dimanfaatkan menjadi sebuah kompos. Sudah lama sekolah kami memanfaatkan komposter ini untuk mengolah sampah organik, kira-kira 8 tahun yang lalu dan sampai saat ini masih kami gunakan untuk menanam tanaman hias.
Bagian wadah atau alat komposter mengambil bahan yang tahan lama yaitu plastik. Wadah yang digunakan sebagai komposter yaitu drum bekas dari bahan  kimia dengan memberi lubang pembuangn air di bagian bawah dan lubang berderet di bagian atas kecil dengan bertujuan untuk sirkulasi udara karena ada bakteri aerob dan bakteri an aerob sebagai bakteri pengurainya. Prosedurnya adalah :

-         Isi dari komposter atau susunan untuk membuat kompos yang dilakukan SMP N 1 Kalasan antara lain pada bagian bawah di isi dengan sampah organik kemudian disusun ke atas atau ditumpukkan dengan tanah humus, sampah organik dan tanah humus lagi dan di atasnya di tambahkan kotoran hewan dan bagian paling atas ditumpukan semacam damen. Biasanya di setiap lapisan tersebut diberi semacam pupuk cair atau bakteri pengurai untuk mempercepat pembusukan.  Setelah semua lapisan dimasukkan, komposter ditutup rapat menggunakan penutup yang telah diberi lubang udara tadi.

-         Proses ideal untuk menunggu pupuk kompos siap jadi, membutuhkan jangka waktu sekitar 3 bulan. Sebenarnya waktu itu semua tergantung pada bahan organik yang dibuat kompos.

-         Untuk kelebihan air dari lubang bagian bawah dapat digunakan sebagai pupuk cair, jadi tidak harus membeli pupuk cair yang baru untuk membuat kompos lagi. Jadi, kita bisa mendapatkan pupuk cair dan pupuk kompos.

Maka dari itu, mari selamatkan bumi kita dengan hal-hal yang kecil, terutama memanfaatkan sampah-sampah yang ada di sekitar kita. Dari pada dibuang sia-sia ataupun di bakar lebih baik di manfaatkan. Dengan seperti itu kita bisa mendapatkan suatu penghasilan.

Tidak ada komentar:

:a :b :c :d
:e :f :g :h
:i :j :k :l
:m :n :o :p
:q :r :s
:t :u :v
:w :x :y
:z :1 :2 :3
:4 :5 :6 :7
:8 :9

Poskan Komentar